Suami Istri: Pendekatan Pembagian Peran.

Suami dan Istri: satu hati, satu tim.

Sebagai sebuah keluarga, saya dan istri sering berkunjung kepada keluarga-keluarga baru. Banyak yang bisa didapat, serta banyak hal baru untuk dipelajari.

Secara tidak disengaja, sejak awal berumah tangga saya dan istri sudah berbagi peran. Dan, peran tersebut hampir benar-benar dibagi semenjak lahirnya si bayi.

Saya, sebagai suami nyaris tak pernah ikut mengganti popok. Semuanya istri.

Saya, sebagai suami nyaris tak pernah ikut bangun malam ketika anak menangis. Hanya melirik lalu tidur lagi. Semuanya istri.

Saya, sebagai suami nyaris tidak belajar tentang bayi maupun makanannya. Semuanya istri.

Alhamdulillah, istri melakukan perannya dengan sangat sangat baik.

Lalu apa peran saya?

Tentu saja membuat semuanya berjalan. Menyediakan infrastruktur, transportasi, serta pendanaan tambahan. Disinilah peran itu terbagi. Pendekatan pembagian peran memang cocok dengan karakteristik kami, walaupun kami sama-sama berkerja kantoran sejak pagi.

Pendekatan pembagian peran membutuhkan syarat supaya lancar.

Saya, sebagai suami mencarikan rumah tinggal dekat kantor istri (700 meter saja).

Saya, sebagai suami mendukung penuh segala kebutuhan istri. Membeli pompa ASI dan segala macamnya.

Saya, sebagai suami menunjukkan semangat bekerja dan maju. Hal ini penting, selain karena istri menyukai suami yang bekerja keras, dia pun akan merasa tenang dan lebih ikhlas untuk mengerem. Mengerem disini dalam artian tidak mengejar karir, namun menaruh keluarga di prioritas pertama.

Jadi, untuk setiap hal hanya ada satu ‘matahari’.

Di keluarga lain, kami mengamati bahwa banyak hal di-handle bersamaan oleh suami dan istri. Mayoritas berujung drama. Ya, tentu karena ada dua kepala. Proses panjang. Perlu menuju titik temu dahulu sebelum eksekusi. Kecuali jika keduanya memiliki pemikiran yang hampir sama. Nah, kalo udah sama ngapain sampai dipikirin dua orang?

Namun demikian, semuanya kembali kepada karakteristik masing-masing suami dan istri. Pendekatan pembagian peran mensyaratkan dua orang yang masing-masing mencintai serta ‘deep’ pada bidangnya.  Memerlukan dua orang yang saling percaya.  Memerlukan dua orang yang saling mendukung apapun yang terjadi. Tanpa saling menyalahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s