Pencarian Mobil yang Cocok untuk Harian

Hidup sebagai keluarga baru tentunya memerlukan banyak penyesuaian. Seperti ketika saya mengawali kehidupan berumah tangga. Terlebih, berumah tangga di kota Jakarta. Kota dengan jalanan yang panas dan berdebu. Kurang bersahabat buat ibu hamil.. setidaknya menurut saya.

Memperikirakan istri yang akan hamil, saya pun melakukan beberapa persiapan. Salah satunya sarana transportasi. Ga tega kelak melihat istri yang perutnya membesar, saya mencoba mempersiapkan dengan mencari mobil seken. Saya pikir yang penting ada dulu deh. Ga keujanan, ga kepanasan. Low price and low maintenance. Duit ditabung buat lahiran. Yang penting kelak ibu dan bayi bisa selamat dan sehat.

Jatuhlah pilihan saya kepada.. Toyota Agya. Yak ini mobil seken yang memenuhi kriteria low price and low maintenance tadi.

Agya

Parkir nyempil. Mengingat parkiran di Pengadilan Jakarta Pusat yang selalu penuh.

Setelah membeli, jadilah kami makin sering ngeluyur kesana-kemari. Baik sekedar main maupun kontrol kehamilan dengan bahagia.

Namun demikian, makin lama makin terang kekurangan-kekurangan di mobil ini:

  1. Minoritas di jalan tol. Sumpah ga bisa selap-selip seenaknya kalo di tol. Kudu ngasi jalan terus ke mobil lain. Agya tuh kalo diajak lari idealnya 80-100km/jam saja. Begitu saya ajak lari 120km/jam setir udah goyang ngeloyor kesana kemari. Ampun. Kalo kondisi begini kan nyetir jadi spaneng.
  2. Geter abiss.. kalo lewat jalan gak rata dikit. Sayang sekali saya lupa mempertimbangkan faktor ini terkait kehamilan istri. Getaran mobil ternyata punya korelasi terhadap rasa ingin muntah ibu hamil. Untung saja, masa-masa ingin muntah ga selalu muncul.

Kalo dicari-cari kelebihannya juga ada:

  1. Low price and low maintenance.
  2. Enak buat nyelap-nyelip di dalam kota, utamanya masuk di gang-gang. Tentu saja, mengingat ukurannya yang mini.

Dan akhirnya, berkat mobil ini, si bayi Bening pun lahir dengan nyaman. Misi si Agya sudah selesai. Saatnya diganti, saya pikir.

Oh iya, satu hal menarik, punya Agya itu menyadarkan kita bahwa…

…mobil-mobil lain itu enak! Hahaha.

Lanjutlah perburuan saya mencari pengganti. Hal ini penting dilakukan mengingat pekerjaan saya yang ga selalu stay di kantor. Kadang tiba-tiba harus nyetir ke Cikarang, Serang, atau bahkan Bandung. Perburuan dilakukan spesifik dengan beberapa kriteria:

  1. Sedan. Harus.
  2. Jepang. Awalnya mau cari BMW Seri-3, tapi mundur setelah mempelajari maintenance cost-nya, dari satu pakar ke pakar lainnya. Dan dari forum-forum juga.
  3. Manual atau matic oke saja. Yang penting bukan CVT. Biar bisa bejek abiss.
  4. cc gede. Minim 1800cc. Maklum udah gatel pengen salip-salip, yang mana ga bisa dilakuin di mobil sebelumnya. Haha.

Setelah baca-baca di forum, cek dan tes ke beberapa showroom mobil seken di Jakarta Utara, jatuhlah kriteria saya ke dua mobil: Honda Civic FD 2.0 dan Mitsubishi Lancer GT 2.0.

Secara tampang, sama-sama keren: Civic tampangnya ngajak lari banget, juga timeless kalo kata kokoh-kokoh bengkel mobil. Kalo Lancer tampangnya garang, saya suka banget.

Power: Sudah mencoba keduanya. Memang tarikannya pada sedap-sedap. Bikin kepala ketarik ke belakang kalo digas.

Setelah ditimbang-timbang, saya putuskan ambil keduanya untuk ambil Civic FD, karena:

  1. Kenyamanan posisi duduk. Saya merasa lebih nyaman disini.
  2. Aura dashboardnya yang futuristik: penunjuk kecepatan dan penunjuk RPM yang terpisah panel (atas-bawah). Serta rem tangannya yang berbentuk Z.
  3. Saya rasa settingan ground clearance default-nya lebih rendah daripada Lancer. Saya suka ini.
Civic FD2

Kuras Oli Biar Seger

Dan hasilnya.. very very fun to drive! Buat harian maupun ke luar kota. Saya banget. Bisa selap-selip dengan akselerasi yang mengagumkan. Hasilnya, harus sering nengok speedometer. Diem-diem tau-tau speedometer sudah menunjuk 160an km/jam saja. Ckck.

Asiknya, mobil ini ga goyang sama sekali. Super stabil. Mungkin karena ban nya juga Michelin Primacy 3ST yang seri permissible speednya 270km/jam. Oh iya, selain stabil saat ngebut, kenyamanan juga dapet banget. X-Trail-sebelum-tampang-yang-baru lewat kok kenyamanannya ketika bertemu jalanan ga rata! kecuali ketemu medan off-road sih.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s