Studytourmoon: Agrowisata Kopi Luwak

Apa yang kira-kira bakal diakukan dalam honeymoon sebuah pasangan yang sama-sama hobi mempelajari sesuatu?

Yap. Tidak jauh-jauh dari belajar, tentunya. That’s why, kita menyebutnya: studytourmoon.

Sembari menikmati sejuknya udara Ubud, kita mengembara ke utara dan selatan. Disana banyak sekali agrowisata kopi. Dari sekian banyak agrowisata kopi, Negari Luwak Coffee Gianyar menjadi tempat yang kita pilih. Jaraknya hanya 10 km dari lokasi kita menginap di Ubud.

dscf7271

Pintu masuk Agrowisata

Kesan hangat disajikan oleh pelayanan Negari Luwak Coffee. Berhubung keliling Bali dengan menggunakan motor, otomatis barang bawaan kita banyak. Tapi tak masalah, karena begitu sampai lokasi, tawaran untuk menitipkan barang bawaan pun datang. Dan, tawaran tersebut free of charge. Mantap.

Setelah beres, kita masuk dan langsung disambut oleh seorang gadis muda yang akan menjadi guide selama ber-agrowisata, namanya mbak Putu. Dari pintu masuk, kita diajak berkeliling dan dengan telaten dia membantu mengambil foto-foto kita berdua.

Perjalanan dibuka dengan diantarnya kita menuju tempat biji-bijian. Banyak sekali biji, diantaranya biji kopi bali baik arabika maupun robusta. Adapula biji coklat. Namun, yang utama disini adalah biji kopi luwak. Kita dipersilahkan mengamati biji kopi luwak yang telah menggumpal dan mengering bersama kotoran luwak. “Seperti inilah kopi luwak. Nanti dari sini dipisahkan, dibersihkan kotorannya, lalu setelah bersih akan di sangrai.” terang mbak Putu.

dscf7286

Biji-bijian

Puas mengamati kotoran luwak, kita melanjutkan kembali perjalanan menuju semacam saung-saung yang telah disediakan. Banyak sekali saun-saung disana. Nantinya, masing-masing guide akan membawa tamu-tamunya ke saung-saung ini. Area saung nya pun bisa dipilih sesuai keinginan.

Di saung tersebut telah tersaji gelas-gelas yang berisi serbuk minuman. Dengan cekatan, mbak Putu langsung menungkan air dan mengaduk isi gelas-gelas tersebut.

“Silakan dicoba mas, mbak.. ini ada kopi vanila, kopi coconut, coklat, teh rosella. Semuanya gratis. Kalau ingin mencoba kopi luwak akan saya buatkan. Tetapi dikenai charge Rp50.000.” terang mbak Putu. “Oh, siap mbak, saya pesan kopi luwak. Tapi setelah semua ini saya coba” ujar saya yang ingin tahu semua rasa disana.

Akhirnya, saya bersama istri mencoba satu persatu. Istri saya paling suka rosella tea. Betul enak, masih ada rasa teh, tapi lebih banyak rasa semacam bunga. Seger nan tasty.

dscf7292

Siap sruput

Setelah mencoba semua, sampailah kita pada sesi pembuatan kopi luwak. Pembuatannya menggunakan syphon. Mbak Putu dibantu kawannya menyiapkan prosesi sakral ini.

dscf7325

Biji kopi luwak siap giling

dscf7305

Beautiful syphon

Sembari menunggu proses pembuatan, kita berbincang panjang lebar dengan Mbak Putu. Gadis asli Ubud ini asik dan baik sekali. Pembahasan pun kemana-mana. Dari mulai membahas pacar Mbak Putu di Banyuwangi, hingga membahas fakta-fakta unik seperti bahwa Mbak Putu ini belum pernah ke Kuta. “Cuma denger-denger aja mas tentang Kuta, katanya rame, ya. Saya ndak suka kalo rame. Di Ubud saja sudah rame menurut saya. Hehe.” aku mbak Putu.

Lebih jauh mbak Putu menjelaskan bahwa agrowisata ini memiliki perkebunan induk yang berlokasi di sisi utara Pulau Bali. Perkebunan induk tersebut adalah pemasok ke agrowisata ini. Sementara, agrowisata ini ibaratnya adalah versi mini dari perkebunan induknya. Begitu pula agrowisata-agrowisata sekitar, masing-masing merupakan miniatur atas produk perkebunan utamanya.

Mengenai biji kopi luwak tadi, menurut si mbak, bentuknya tidak langsung menggumpal kering seperti itu. Tujuan dikeringkan tadi adalah sebagai bahan edukasi saja. Riilnya, biji kopi luwak langsung diolah ketika masih bercampur kotoran basah.

dscf7312

Siap sruput

Aaand.. finally.. the coffee is served!

Dan, dengan sumringah saya pun mulai memegang cangkirnya. Seperti biasa, saya sesap terlebih dahulu. Merem. Supaya aromanya masuk lalu ngebul di otak.

Tapi memang, aroma kopi luwak tidaklah sekuat kopi-kopi lainnya. Untuk rasa, kopi ini segar dan bersih. Grade super-nya tidak bohong. Mengenai after taste-nya, kopi ini lebih lama menempel dirongga mulut. Kemungkinan besar dikarenakan hasil fermentasi dalam perut luwak yang mengandung lemak.

Obrolan demi obrolan berlalu. Iseng punya iseng, entah kenapa saya tertarik dengan tanaman cokelat di belakang sana. Ternyata, tanggapan mbak Putu positif sekali. Dia bahkan bergegas mengambil galah untuk memetik buah coklat! Hap!

dscf7331

Buah cokelat

“Dimakan aja mas, mba, manis kok.” katanya.

Karena penasaran, akhirnya saya dan istri pun memakan bijinya. Hmm, ternyata.. enak juga. Rasanya seperti permen yang setengah manis setengah asam.

Puas dengan pengalaman di kebun, kita pun dibawa keluar menuju area toko kopi.

dscf7338

Kopi-kopi yang siap dibawa pulang

Lengkap sekali jenis kopi yang dipampang. Semua yang ada di kebun ada di toko. Namun tak hanya lengkapnya stok, keramahannya pun memberi nilai plus tersendiri. Buktinya, setelah dari toko, saya dan istri masih ditawari untuk berfoto di lokasi.

dscf7348

Selasar sebelah toko

Bahkan, berfoto dengan luwak yang sudah jinak.

dscf7352

Happy face

 

Sungguh sebuah wisata agro yang recommended.

 

Really enjoyed,

Guntur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s