Jalan-jalan Bersama Mertua

Menjelang acara tasyakuran ngunduh mantu, keluarga istri saya beranjak ke kampung halaman saya di Banyuwangi. Sebagai menantu yang baik, tentunya saya menjamu full day hang out

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyesuaikan tujuan jalan dengan ketertarikan mertua. Pertanyaannya adalah, apakah yang menjadi ketertarikan mertua saya? 

Hmm.

Aha! Mencermati tanaman. Ya, mencermati tanaman adalah ketertarikan mertua saya.

Dari hal tersebut, saya pun membawa keluarga ke destinasi pertama, yakni Kampung Buah Naga. Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota. Berada di Dusun Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Kampung Buah Naga ini mudah dikenali dengan adanya Tugu Kampung Buah Naga. 

Tugu Kampung Buah Naga, Banyuwangi.

Kampung Buah Naga adalah daerah dimana satu kampung semuanya kompak untuk menanam buah naga. Hebatnya lagi, mereka tidak berada dalam afiliasi atau koordinasi perusahaan tertentu. Masing-masing berdiri sendiri. Independen. 

Proses petik yang hampir usai.

Dua tahun lalu, mereka bertanam padi dan jagung. Namun, setelah mengikuti anjuran pemerintah setempat, mereka beralih ke buah naga. 

Tanaman warga.

Warga di Kampung Buah Naga pun ramah-ramah. Bahkan, mertua saya diberi kesempatan menggunting (memetik) buah naga. 

Buah naga hasil petik.

Yang unik dari penanaman buah naga adalah adanya pemakaian lampu di malam hari bagi setiap tanaman. Tujuannya, menciptakan rangsangan bagi tanaman supaya lekas berbuah.

Bagian kotak kecil berwarna putih adalah lampu LED.

Selain merah buah naganya, daerah ini pun dikenal menawarkan nilai-nilai kerukunan umat beragama yang tinggi.

Jalanan bersih dengan hiasan artistik di pinggirnya.

Ah, sejuk sekali tempat ini.

Back to mertua, dari saya, tips ngajak jalan mertua adalah dengan: (1) mengetahui ketertarikan mertua; (2) melakukan pendalaman atas ketertarikan mertua; dan (3) menemani dengan penuh ketertarikan juga.

Pendalaman disini tidak harus mengetahui segala sesuatunya secara mendalam. Cukup tebar jaring saja, alias mengetahui informasi secara luas. Dengan mengetahui secara luas, kita bisa lekas tersambung dan mudah untuk berimprovisasi. Dengan mengetahui secara luas pula, ketika kita tidak mengenal suatu hal, kita masih bisa melempar pertanyaan dengan tepat. Bukankah setiap orang suka ketika diberikan pertanyaan pada bidang yang menjadi ketertarikannya?

Alhamdulillah akhirnya punya mertua,

Guntur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s