Latihan Menembak Bersama Kopaska

Mampu memainkan (atau minim menggunakan) senapan adalah esensial bagi jiwa-jiwa yang haus akan sensasi melakukan aktivitas-aktivitas maskulin.

Beruntungnya, saya dan tim Krav Maga memperoleh ‘paspor’ untuk melakukan kunjungan ke markas Kopaska di Pondok Dayung, Priok. Disana, kita sudah ditunggu untuk dilatih menggunakan senapan api!

Ahh, pasti seru!

Begitu sampai di lokasi, kita disambut dengan pemandangan berupa patung Katak raksasa. Katak ini notabene merupakan maskot dari Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL.

dscf5205

Untuk menuju lokasi tersebut, dari Priok kita perlu menggunakan alat transportasi air. Alternatif lain.. dengan berenang. Dan itu terjadi. “Ya, kalau kita pulang malam dan sudah tidak ada perahu, mau tidak mau siap-siap kresek. Semua barang dimasukin kresek, lalu berenang.” Cerita salah satu anggota Kopaska ketika pulang kemalaman.

Gila, ya. Menyeberangi laut sudah seperti menyeberangi kolam renang saja!

Sembari berjalan ke dalam, saya disuguhi pemandangan berikut.

dscf5213

Wah!Foto dinding bos-bos Kopaska dari jaman dahulu hingga sekarang. Dari Mayor Laut (P) O.P. Koesno (1962-1965) hingga Kolonel Laut (E) Monang H. Sitompul.

Hormat, ndan.

Akhirnya, sampailah di ruang perkenalan senjata. Beberapa senjata yang diperkenalkan berasal dari Jerman dan Rep. Ceko, sebagai berikut.

img-20161031-wa0000

Favorit saya MP5, buatan Jerman. Cukup mudah mengokangnya.

dscf5222

Selanjutnya, kita beralih ke playfield!

dscf5297

Disini dituntut kehati-hatian tingkat tinggi. Alih-alih latihan, salah tarik pelatuk bisa buyar.

Masing-masing mencoba per lima peluru secara bergiliran. Setelah menembak, masing-masing melihat hasilnya lalu menempelkan stiker. Tujuannya agar papan dapat digunakan oleh partner penembak setelahnya.

Ini hasil saya setelah menggunakan papan bekas teman.

dscf5304

Lumayan. Dari 5 peluru, 3 peluru bersarang di area hitam, 1 peluru bersarang tipis di luar area hitam, dan 1 lagi cukup jauh, yakni di bagian paling bawah.

Setelah itu, dilanjut bergiliran hingga masing-masing anggota mencoba lagi dan lagi. Hasilnya sih, kurang lebih sama, sepanjang tetap fokus.

Untuk menyarangkan 5 dari 5 peluru pas di tengah sasaran, tentunya membutuhkan jam terbang. Hal ini akan menjadi agenda rutin Tim menembak Krav Maga selanjutnya.

Dor!

gvntr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s