Kumpul-Kumpul Pecinta Brewok

Meskipun diperoleh bahwa 98% dari pria terkaya versi Forbes mencukur brewoknya; sementara 98% penebang kayu, penjuang, dan bajingan memelihara brewoknya*, nyatanya banyak juga pria yang terobsesi dengan brewok.

(..bisa jadi sih, mereka bajingan tadi). 

Tak kalah serius, topik per-brewok-an ini pun menghasilkan kumpul-kumpul pemerhati brewok alias Brengozer Jabodetabek di salah satu Mall di Jakarta. 

Mengingat cuaca hujan serta menjelang buka puasa, banyak yang tidak hadir. Logis. Ketimbang harus menyetir dengan perut kosong dikala jalanan macet parah dan hujan.

Namun demikian, keseruan tetap menyelimuti acara. Dengan latar belakang yang berbeda (dari programmer sampai dosen), bahasan menjadi luas dan liar.

Fokus pembahasan tentu saja seputar brewok. Salah satunya, bagaimana sih cara mencukur yang memicu lebatnya brewok?

Masing-masing bro memiliki cara mencukur favoritnya. Ada yang berpendapat “gue selalu ngikutin cara mencukur bokap, berlawanan arah rambut. Nah, nanti jadi cepet lebat tuh, kayak bokap gue.” Beberapa pun mengamini.

Namun, saya kontra. Saya lebih suka mencukur sebaliknya (seperti gambar di bawah). Bukan karena tumbuhnya brewok saya melawan gravitasi, namun sebatas untuk mengurangi risiko berdarah. Tapi toh, bebas bebas saja mau mencukur model gimana. Preferensi.

diambil dari Pinterest

Ada juga yang sukses menumbuhkan brewok dengan trik-trik tertentu. Trik yang bisa jadi tidak berlaku sama ke semua pria, mengingat ragamnya variabel yang memengaruhi. Misalnya, ada yang pro dioles minyak laba-laba. Ada pula yang pro menggunakan obat ilmiah.

Ya. Brewok. Suatu topik hipster yang cukup shallow, namun hangat dan menyenangkan untuk dibahas.

* = Statistik tidak resmi. Berdasarkan resources yang belum teruji, seperti:

http://burpeezoid.com/2014/10/19/grow-a-beard-it-will-turn-you-into-a-stronger-and-better-crossfit-athlete/

http://manlinesskit.com/surprising-reasons-why-time-to-shave-your-beard-off/

http://theawesomedaily.com/19-beard-facts/

2 comments

  1. Aulia Agassi · July 1, 2016

    “Suatu topik hipster yang cukup shallow, namun hangat dan menyenangkan untuk dibahas.”

    …menyenangkan untuk dilihat juga. :p

    Like

  2. buzzerbeezz · December 16, 2016

    Aku baru tahu ada komunitas pemerhati brewok gini.. Sebagai pria brewokan, aku merasa gagal baru tahu komunitas ini sekarang. hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s