Tips Konsultasi Penelitian dengan Professor di Luar Negeri

Kuliah begitu esensial bagi pemuda-pemudi masa kini. Tak hanya menambah knowledge, tetapi kuliah juga sebagai sarana menambah wisdom.

Ada kalanya, ketika kuliah, kita mengerjakan tugas/penelitian yang mengharuskan kita melakukan konsultasi akademis dengan orang yang belum kita kenal. Terlebih, konsultasi akademis dengan seorang professor atau ahli di bidang tertentu, yang mengharuskan kita melakukannya via e-mail. e-mail only. Misalnya, pada riset saya tempo hari. Saya melakukan konsultasi via e-mail dengan professor Georgia Kaplanoglou di Yunani.

Banyak yang ingin saya konsultasikan kepada beliau.
Tetapi, apakah kesemuanya harus saya konsultasikan?
Apakah grammar saya harus perfect untuk melakukannya?
Bagaimana cara terbaik untuk melakukannya (sementara kita belum mengenal karakternya)?
Dan emm.. singkatnya, template emailnya ada gak, bro? 🙂

Ada bro, berikut template/format dari pengalaman saya.

1. Perkenalan.
Lakukan dengan singkat dan jelas.
Disini saya berkenalan dan langsung meminta form kuesioner dari professor tersebut.

“Dear Professor Georgia Kaplanoglou, <-saya prefer memakai [dear+title]
I am Guntur Nur Hidayat, a student from STAN (Indonesia) and also a taxman. <- [your name+occupation]
I am very interested in your journal “Why do people evade taxes? New experimental evidence from Greece.” <- [show your interests]
I want to replicate your research for my thesis. <- [your objective]
Would you send me the questionnaires and/or other pertaining resources? <- [your request]
Thank you.

Regards,

Guntur Nur Hidayat”

2. Pertanyaan, untuk email berikutnya.
Usahakan jangan memberi pertanyaan eksploratif, tetapi konfirmatif.
Banyak professor yang waktunya terbatas untuk memberi jawaban panjang atau a la textbook.
Pertanyaan eksploratif, gampangnya, adalah pertanyaan yang bisa bro googling di internet. Atau, bisa dicari di textbook terkait.
Buatlah pertanyaan konfirmatif terkait materi/jurnal/knowledge yang di publish oleh professor/ahli tersebut.

Contoh:
Is it true that, in order to get, say “voluntary compliance” variable, I have to use principal components analysis? how about using other method such as means of VOLTC1-VOLTC5?

3. Pertanyaan lagi.
Jika pertanyaan eksploratif tidak ditemukan di buku/google, urgently needed and acceptable, then go with it.

Contoh:
What softwares did you use for executing logictic regression and other statistic methods? <- yes this is explorative. Saya menanyakannya karena tampilan software beliau tidak familiar. Dan, tentu saja karena di jurnal tidak disebutkan.

Contoh campuran eksploratif dan konfirmatif:
Pardon me if I still not able to understand some things..
e.g: Table 4 showing dependent variable: VOLTC2, VOLTC3, ENFTC1, ENFTC2. What’s the reason behind the selection of these variables? Were another variables being dropped? Or, were they just a sample? (which in reality I have to analyze all of the pertaining variables?)

Untuk melakukan komunikasi diatas, grammar kita tidak harus perfect. Effort kita untuk mencoba berbahasa seformal mungkin, lebih penting.

As a man, etika tetap harus kita junjung tinggi. Selalu beri salam dan penutup di setiap email. Lalu, setelah penelitian selesai, ucapkan terima kasih sekali lagi.
Jika professor meminta hasil penelitian kita, maka kirimkanlah sesuai format yang diminta (full version, journal, resume, atau apapun).

Semoga tips alias template diatas dapat membantu kawan-kawan yang sedang melakukan penelitian. Utamanya, dalam meminta data, kuesioner, maupun resources lainnya kepada professor di luar negeri.

Salam,

Guntur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s