Merokok dengan Sikap (Smoking with Manner)

Hidup di Indonesia unik. Banyak hal-hal yang membedakannya dengan negara lain. Salah satunya mengenai rokok-merokok.
Rokok, bagi sebagian lelaki Indonesia sudah menjadi kultur, kudapan, atau bahkan terapi. Pun bagi saya.

Sedikit perspektif dari saya mengenai rokok:
Pernah seorang kawan bertanya kepada saya “Gun, kamu lari pagi sudah rutin, lalu kalo malam makannya buah, tapi kok masih merokok? kan percuma saja..”

Saya hanya tersenyum.

Dalam perspektif saya, kesehatan itu amat penting. Oleh karenanya saya berusaha menjaga kesehatan saya dengan baik. Rajin berolahraga dan makan buah. Serta, sebisa mungkin saya selektif dalam memilih makanan.

Tetapi, jauh di bilik pikir saya pribadi, saya melihat bahwa apapun karunia Tuhan di dunia ini tidaklah semestinya kita nikmati sendiri.

Ada sedikit nikmat kesehatan yang ingin saya bagi. Setidaknya, saya konversikan menjadi butiran nasi makan malam buruh tani di industri tembakau. In other words, enjoying the taste of cigarettes.

Sebagai lelaki Indonesia yang baik, dalam menikmati rokok, tentunya kita harus memperhatikan sikap dan sopan santun. Istilah simpelnya, manner.
Manner, essentially, mempengaruhi nilai diri seorang lelaki.

Merokok sah-sah saja dilakukan, sepanjang memperhatikan manner. Istilahnya, smoking with manner.
Apa saja manner yang perlu diperhatikan dalam menikmati rokok? Read More

Senja Bahagia

Pemikiran saya terkadang melayang sekian puluh tahun dari sekarang. Menghasilkan beberapa pertanyaan. Salah satunya, “apakah ketika usia senja nanti, saya akan bisa berbahagia seperti saat ini?”

Bahagia sendiri relatif. Tergantung apa yang kita cari dan butuhkan, bukan?

Tempo hari di Oktober 2015, saya dan pacar mengunjungi Pasar Santa. Setelah mengikuti sesi menulis yang diadakan @post_santa, kami pun berjalan-jalan mengelilingi lokasi tersebut.

Makan. Naik-turun tangga. Jepret-jepret. Keluar.

Sesampainya di luar, dibawah terik mentari sore, terdengar sayup-sayup suara check sound dari kejauhan. Pacar saya, reaktif ketika mendengar suara orang ngeband, mengajak saya mendatangi suara tersebut.

Semakin mendekat semakin terdengar lagu Roxanne milik The Police dimainkan.

Seorang lelaki tua menyambut kedatangan kami di lorong sebelah tangga tersebut dengan hangat. Terlihat sekali dia menunjukkan ekspresi menikmati musik yang sedang dimainkan.

Read More

Tips Konsultasi Penelitian dengan Professor di Luar Negeri

Kuliah begitu esensial bagi pemuda-pemudi masa kini. Tak hanya menambah knowledge, tetapi kuliah juga sebagai sarana menambah wisdom.

Ada kalanya, ketika kuliah, kita mengerjakan tugas/penelitian yang mengharuskan kita melakukan konsultasi akademis dengan orang yang belum kita kenal. Terlebih, konsultasi akademis dengan seorang professor atau ahli di bidang tertentu, yang mengharuskan kita melakukannya via e-mail. e-mail only. Misalnya, pada riset saya tempo hari. Saya melakukan konsultasi via e-mail dengan professor Georgia Kaplanoglou di Yunani.

Banyak yang ingin saya konsultasikan kepada beliau.
Tetapi, apakah kesemuanya harus saya konsultasikan?
Apakah grammar saya harus perfect untuk melakukannya?
Bagaimana cara terbaik untuk melakukannya (sementara kita belum mengenal karakternya)?
Dan emm.. singkatnya, template emailnya ada gak, bro? 🙂

Ada bro, berikut template/format dari pengalaman saya. Read More

Ngobrol Santai Pekerjaan dan… Uang.

Begitu melekat dalam persepsi kita, utamanya sebagian fresh graduate, bahwa pekerjaan semata-mata berkorelasi dengan uang. That’s all. Dan, uang adalah penentu kebahagiaan kita.
Saya pun terbesit demikian di masa awal saya bekerja.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah.

Yang kita perlu adalah belajar dan menemukan bahwa ada banyak faktor lain yang membuat kita bahagia dan puas dengan pekerjaan kita. Terlebih, ketika nilai kebahagiaan dan kepuasan yang dihasilkan mampu melebihi nilai rupiah (atau dollar) yang kita peroleh. Seperti dikatakan dalam penelitian-penelitian manajemen, bahwa uang adalah faktor penentu kepuasan kerja ke-sekian. Tidak lebih utama ketimbang karakter pekerjaan itu sendiri, kesempatan untuk maju, dan karakter komunikasi atasan terhadap pegawainya.

Hal-hal demikian baru saya temui seiring bekerja dari tahun ke tahun. Read More